Perencanaan Keuangan

Konsep Dasar

Setiap manusia pasti melalui tahapan-tahapan kehidupan yang tidak terlepas dari kebutuhannya yang khas. Setelah dewasa, banyak sekali kebutuhan yang harus kita penuhi, seperti menikah, membeli rumah, memiliki mobil, punya anak, menyekolahkan anak, dan kebutuhan masa pensiun. Umur 20-40 tahun adalah masa produktif, di mana seorang manusia dapat mencari uang dan membangun aset kekayaan secara maksimal. Ketika memasuki masa pensiun (usia lebih dari 60 tahun), kemampuan seseorang untuk menghasilkan uang mulai berkurang, bahkan di masa ini aset yang sudah terkumpul dapat habis digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari, sampai dengan meninggal. Perencanaan Keuangan sangat dibutuhkan oleh setiap orang, baik yang sudah berkeluarga mau pun yang belum, supaya kita dapat hidup dengan nyaman di kemudian hari. Pada gambar di bawah ini dapat dilihat siklus hidup yang akan dilalui oleh setiap manusia.

life cycle

Gambar Siklus Kehidupan

keterangan gambar

Untuk mencapai semua tujuan hidup yang Anda inginkan, Anda perlu mengelola keuangan Anda secara disiplin melalui perencanaan keuangan. Di dalam merencanakan keuangan Anda, ada lima hal yang harus Anda lakukan:

1. Periksa kesehatan keuangan Anda melalui Financial Health Check Up

Di dalam membiayai kebutuhan sehari-hari, setiap orang perlu mengetahui sehat atau tidaknya keadaan keuangannya, agar semua rencana jangka pendek maupun jangka panjangnya dapat terlaksana dengan baik. Financial Health Check Up adalah salah satu cara untuk mengetahui sehat atau tidaknya keadaan keuangan seseorang. Ada beberapa langkah yang harus Anda perhatikan dalam melakukan financial health check up. Pertama, catat semua penghasilan dan pengeluaran bulanan Anda dengan baik, sehingga akan terdeteksi ke mana uang Anda pergi selama ini. Hitung juga seluruh kekayaan dan hutang-hutang Anda. Jika perlu, lunasi semua hutang Anda dengan menjual kekayaan Anda sebelum Anda memutuskan untuk memiliki sesuatu yang baru. Kondisi keuangan Anda dinyatakan sehat, apabila anda sudah tidak memiliki hutang lagi.

2. Tentukan tujuan impian Anda

Di sini, Anda harus mengetahui tujuan keuangan Anda, apakah untuk dana pendidikan, dana ibadah, dana pensiun, dana waris dan hibah, dll. Dengan mengetahui tujuan yang ingin dicapai, maka kita bisa membuat perencanaannya, dengan menggunakan skala prioritas tujuan mana yang ingin dicapai terlebih dahulu. Jangan lupa prioritaskan juga dana darurat yang dapat dipakai untuk membiayai keperluan tak terduga, contohnya biaya rawat inap rumah sakit (bagi Anda yang tidak memiliki asuransi kesehatan, atau uang pertanggungan tidak cukup), biaya hidup sehari-hari bagi Anda seorang karyawan yang tiba-tiba mengalami PHK sedangkan sementara belum ada pekerjaan pengganti, dan lain sebagainya.

3. Kelompokkan kebutuhan keuangan Anda

Kebutuhan keuangan Anda dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu jangka pendek (1-2 tahun), jangka menengah (2-5 tahun) dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Kebutuhan jangka pendek, contohnya memiliki dana darurat. Kebutuhan jangka menengah, contohnya membayar uang muka rumah, dan jangka panjang contohnya persiapan dana untuk pensiun.

4. Kenali profil investasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda

Sebelum mengenal jenis investasi apa yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan Anda, Anda perlu mengerti manfaat dari masing-masing jenis investasi, yang dapat dipelajari lebih mendalam pada bagian investasi.

5. Disiplin dalam mengatur keuangan Anda

Satu hal yang paling penting dalam mengatur keuangan adalah Anda harus selalu disiplin dan memiliki komitmen yang tinggi dalam menjalankan perencanaan keuangan Anda. Contohnya, jika Anda ingin mencapai target pendidikan anak dalam jangka waktu 10 tahun, Anda harus berkomitmen dan disiplin dalam menabung atau menginvestasikan uang Anda.

Perencanaan keuangan harus dihitung dengan cermat, karena adanya inflasi (hilangnya daya beli), sakit kritis, meninggal/cacatnya si pencari nafkah, sengketa keluarga, salah kelola dana investasi, kreditor, dan lain-lain, dapat membuat tujuan keuangan kita kacau-balau jika tidak diantisipasi dengan cermat. Oleh karena itu, nasihat seorang perencana keuangan sangat dibutuhkan supaya semua risiko di atas dapat diatasi dengan baik.

A

Mengapa Anda Perlu Melakukan Perencanaan Keuangan Sedini Mungkin?

Besarnya dana yang dibutuhkan dalam berinvestasi dan hasil yang akan diperoleh dari investasi tersebut berhubungan erat dengan usia seseorang dalam memulainya. Semakin cepat perencanaan keuangan dan investasi atau asuransi yang dimulai, maka dana yang dibutuhkan pun akan semakin kecil juga. Hal ini dapat menguntungkan Anda, baik dari segi efisiensi mau pun efektifitas perencanaan keuangan tersebut. Contohnya dapat dilihat pada perencanaan keuangan untuk mendapatkan dana pendidikan anak di bawah ini:

Anda berencana untuk menyekolahkan anak Anda ke luar negeri untuk mengambil gelar S1. Pada saat memasuki kuliah, anak Anda akan berusia 18 tahun. Diperkirakan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan kuliahnya adalah 1 miliar rupiah. Jika uang tersebut diinvestasikan dalam deposito dengan asumsi bunga deposito sebesar 6% per tahun (tidak termasuk pajak), maka ilustrasi yang didapat adalah sebagai berikut:

Umur Anak (tahun)

Jangka Waktu Wenabung (tahun) Besarnya Dana yang Harus Disisihkan per Bulan

3

15 Rp. 3.741.270

8

10

Rp. 6.439.885

13 5

Rp. 14.704.567

Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa semakin bertambahnya usia anak, maka semakin berkurang jangka waktu untuk menabung. Akibatnya, jumlah dana yang harus disisihkan juga semakin meningkat. Oleh karena itu, perencanaan keuangan dan investasi harus dilakukan sedini mungkin, sehingga jumlah “cicilan” dana yang harus disisihkan dapat semakin rendah. Untuk menghitung besarnya dana yang harus disisihkan, kita perlu mengetahui besarnya target dana yang harus disiapkan pada waktunya dengan menghitung nilai masa depan.

A

Nilai Masa Depan (Future Value)

Perencanaan Keuangan ditujukan untuk masa depan Anda, namun yang Anda ketahui adalah nilai suatu benda saat ini. Agar diperoleh hasil nilai masa depan sesuai atau mendekati dengan perencanaan keuangan yang telah disusun, maka perlu diketahui bagaimana menghitung nilai masa depan. Nilai masa depan (Future Value) ini memang tidak 100% akurat, namun nilai ini juga bukan berdasarkan dugaan tanpa dasar yang jelas. Kita lihat sebuah fenomena bahwa semakin lama harga atau nilai suatu benda, umumnya akan meningkat. Faktor yang mempengaruhi (kenaikan) disebut sebagai inflasi. Jadi secara garis besar, nilai suatu benda akan terus meningkat sejalan dengan faktor inflasi. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), secara umum selama 10 tahun terakhir (2003 – 2012) angka inflasi nasional rata-rata mencapai 7,06% per tahun, bahkan pada tahun 2005 mencapai 17,11%. Menurut Aidil Akbar Madjid, profesional financial planner, seperti yang diberitakan pada Seputar Indonesia, tingkat inflasi pendidikan umumnya lebih tinggi dari pada tingkat inflasi nasional sampai 2 kali lipat, yaitu sekitar 20% per tahun.

Silahkan Anda mencoba menghitung besarnya nilai masa depan suatu benda dengan menggunakan kalkulator nilai masa depan.

Iklan