Punya Asuransi? TIDAK WAJIB

Selamat Siang Planners,

Mungkin Anda bertanya-tanya apa maksid judul diatas?  Iya, pada prinsipnya setiap orang tidak wajib memiliki asuransi. Atau bahkan tidak perlu punya asuransi jiwa maupun umum/kerugian.

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih tidak merasa nyaman atau tabu atau anti bila bicara tentang asuransi jiwa. Mereka sebagian besar lebih senang bicara atau memiliki asuransi umum atau kerugian seperti asuransi mobil, motor, rumah, dan sejenisnya. Sebenarnya keputusan mereka sudah tepat, asslkan ada dasar yang tepat.

Ada beberapa otang juga tidak mau memiliki asuransi umum. Alasan yang benar adalah karena mereka bersedia menanggung kerugian terhadap kerusakan barang mereka andaikan terjadi. Jangan karena alasan premi asuransinya cukup mahal, rugi kalau tidak pernah klaim, dan sejenisnya.

Begitupula dengan asuransi jiwa, ia hadir sebagai tempat untuk menerima pengalihan risiko kerugian finansial karena faktor kesakitan atau kematian seseorang. Siapakah sebenarnya yang mengalami kerugian? Kerugian finansial bisa terjadi pada semua orang, baik diri sendiri, keluarga, rekan bisnis, tempat atau orang pemberi pinjaman, dan lain-lain. Jika Anda siap untuk menerima dampak kerugian finansial karena faktor kesakitan (biaya pengobatan yang cukup mahal) dan kematian (kehilangan sumber penghasilan), maka Anda tidak perlu asuransi jiwa. Atau Anda sudah menyiapkan sejumlah besar harta atau aset yang dijamin tidak akan pernah habis karena biaya pengobatan yang mahal (baik jangka pendek maupun panjang) serta warisan bagi keluarga yang Anda tinggalkan sehingga meteka tidak akan pernah sengsara atau terlantar. Bila Anda tidak memiliki alasan ini, maka Anda wajib memiliki asuransi jiwa sebagai alat untuk mengurangi atau meminimalisasi dampak kerugian finansial ketika pencari nafkah tiada atau tidak sanggup bekerja atau karena pengeluaran yang sangat besar akibat biaya pengobatan yang mahal dan atau terus menerus.

Jadi wajib atau tidak wajib memiliki asuransi uumun maupun jiwa tergantung dari kondisi masing-masing orang. Anda sendirilah yang memutuskan  berdasarkan kondisi Anda dan keluarga, jangan karena ikut-ikutan atau kata orang lain. Karena Anda sendirilah yang akan mengalaminya secara langsung, sedangkan orang lain hanya dapat melihat dan berpendapat saja.

Salam Perencanaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s