Menentukan “Pohon Uang” yang Tepat untuk Mencapai Mimpi Anda

Dear Dream-catchers,

Ibaratnya bercocok tanam, kita pasti menginginkan agar tanaman yang kita tanam dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang banyak dan manis. Agar bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang baik, kita harus mengetahui karakteristik tanaman tersebut, dari jenis tanah, cara tanam, sampai dengan suhu udara yang cocok bagi tanaman tersebut. Begitu juga dengan proses pencapaian mimpi, dibutuhkan “pohon uang” yang tepat dan sesuai dengan tujuan keuangan, waktu pencapaian, serta tingkat risiko yang kita miliki.

Berdasarkan tingkat pengalaman dan profil risiko yang Anda miliki, beberapa tips di bawah ini bisa Anda ikuti:

1. Bagi Pemula

Apabila Anda belum memiliki pengalaman berinvestasi, sebaiknya Anda pilih produk keuangan yang berisiko kecil, seperti tabungan dan deposito, dan lakukan investasi secara bertahap. Sebaiknya Anda pisahkan antara rekening pengeluaran keluarga dan rekening tabungan, sehingga ketika Anda menerima gaji, Anda dapat langsung menyisihkan minimal 10% dari gaji tersebut untuk dimasukkan ke dalam rekening tabungan. Apabila tabungan Anda sudah mencapai jumlah tertentu, Anda bisa memindahkannya ke dalam deposito. Pilih deposito dengan tingkat hasil bunga yang terbaik, dengan masa jatuh tempo yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda (1, 3, 6, 12, atau 24 bulan).

Pada tahap ini, Anda juga bisa mulai berinvestasi dalam bentuk properti (tanah, rumah, atau bangunan), yang bisa memberikan Anda keuntungan investasi jangka panjang.

Selain itu, Anda juga bisa memulai untuk berinvestasi dalam bentuk Logam Mulia atau koin emas. Dana untuk membeli Logam Mulia bisa Anda sisihkan dari bunga deposito.

2. Bagi Tingkat Menengah

Jika Anda sudah nyaman dengan jenis investasi berisiko rendah, Anda bisa mulai mempelajari jenis investasi berisiko sedang, seperti Reksadana. Jenis investasi ini memiliki return dan risiko jauh lebih tinggi daripada tabungan dan deposito.

3. Bagi Tingkat Mahir

Bagi Anda yang telah mahir dalam berinvestasi, Anda bisa berinvestasi dalam instrumen yang lebih tinggi return dan risikonya, seperti saham, valas, atau obligasi. Jenis investasi ini memiliki return yang lebih tinggi daripada Reksadana, tetapi juga risiko yang dihadapi jauh lebih tinggi.

Setelah mengenal profil risiko, tingkat kemahiran, dan karakteristik dari masing-masing instrumen investasi, Anda dapat memilih instrumen investasi atau “pohon uang” yang sesuai bagi Anda dan tujuan keuangan Anda. Selamat berinvestasi!!

Salam Planners.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s