Kejujuran

Malam planners..

“Said honestly because honesty is the best currency wherever you are.”

Berkatalah jujur karena kejujuran merupakan mata uang terbaik dimanapun Anda berada.

Iklan

Financial Education (10) : Cermat Berencana, Pensiun Ceria

Siang planners..

Semua orang, jika diizinkan oleh Tuhan, maka akan mengalami masa tua, masa dimana menjadi pilihan kita apakah akan tetap bekerja membanting tulang, atau mengambil masa pensiun.

Mengapa harus mempersiapkan dana pensiun?

Pensiun bisa jadi merupakan fase menyenangkan yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Tapi, mempunyai masa pensiun yang menyenangkan tidak semudah yang dibayangkan, dibutuhkan perencanaan yang matang.

Banyak orang yang memasuki usia pensiun namun merasa belum siap karena kurangnya dana yang dibutuhkan selama masa pensiun atau tidak tau harus berbuat apa untuk mengisi masa pensiun. Bagi Anda yang sekarang berada di usia produktif dan hidup dengan menghambur-hamburkan uang tanpa pernah berpikir untuk masa depan terutama merencanakan dana pensiun, bisa dikatakan Anda akan menyesal.

Dibutuhkan pengorbanan untuk bisa mempunyai masa pensiun yang menyenangkan, pertimbangkan hal ini :

  • Jika dari usia 25 tahun sampai usia 55 tahun (usia pensiun) Anda berinvestasi sebesar 200 ribu rupiah setiap bulannya pada instrumen investasi (akan kita bahas pada topik “Belajar Investasi’) dengan rata-rata bunga/bagi hasil 10% per tahun, Anda akan mempunyai 450 juta rupiah untuk dana pensiun.
  • Jika Anda tunda dan baru memulai di usia 35 tahun, dengan investasi yang sama, Anda akan mempunyai dana 150 juta rupiah.
  • Dan jika Anda memulai di usia 45 tahun, Anda hanya akan mempunyai 40 juta rupiah saja.

Ada beberapa alasan mengapa merencanakan dana pensiun semakin diperlukan :

  1. Kebutuhan hidup yang semakin bertambah dan harga yang terus meningkat
  2. Usia harapan hidup masyarakat Indonesia lebih panjang dari saat ini
  3. Bertambahnya usianya membuat semakin rentan terhadap penyakit, yang tentu membutuhkan biaya
  4. Adanya sikap tidak ingin bergantung pada anak dan sanak saudara.

Langkah-langkah perencanaan dana pensiun

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai perencanaan dana pensiun, diantaranya :

  1. Ketika memasuki masa pensiun, biasanya biaya hidup akan berkurang cukup signifikan, dapat mencapai 50% dari biaya hidup sebelum pensiun, hal ini terjadi karena :
    • Tanggungan (anak-anak) telah selesai sekolah, menikah, dan keluar dari rumah.
    • Sebagian besar anak sudah tidak di rumah, maka dapat pindah ke rumah yang lebih kecil
    • Tidak perlu ke kantor sehingga biaya-biaya yang berhubungan dengan kantor akan menurun. Contoh : bensin, supir, pemeliharaan kendaraan, pulsa, dsb.
  2. Akan tetapi terdapat peningkatan di sisi asuransi kesehatan karena dengan semakin bertambahnya usia, semakin rentan terhadap penyakit. Oleh sebab itu, harus dilihat lebih teliti masalah penyakit, terutama penyakit menurun dalam sejarah keluarga, seperti diabetes, jantung, tekanan darah tinggi, kanker, dll.

Berikut langkah-langkah perencanaan dana pensiun :

  1. Hitung kebutuhan biaya hidup per bulan.
  2. Kalkulasi kebutuhan tersebut di masa yang akan datang (saat usia kita pensiun) dengan memperhitungkan inflasi.
  3. Perhitungkan jika memiliki penghasilan pensiun dari tempat lain, misal dari Jamsostek atau penghasilan pensiun dari tempat kerja.
  4. Kalkulasi tambahan penghasilan yang Anda butuhkan (kurangi no.3 dengan no.2).
  5. Buat asumsi harapan usia hidup berdasarkan riwayat hidup dan kesehatan keluarga.
  6. Estimasi kebutuhan investasi sekarang untuk memenuhi kebutuhan masa pensiun Anda.
  7. Tentukan investasi bulanan, dengan asumsi hasil investasi yang telah ditentukan di no.6, untuk memenuhi kebutuhan pensiun Anda.

Selamat Tahun Baru Imlek

Pagi planners..

Kami Tim Perencana Keuangan Champione Wealth Planner mengucapkan :

SELAMAT TAHUN BARU IMLEK 2565 bagi Anda yang merayakannya.

Semoga di tahun yang baru Tuhan menganugerahi kita semua limpahan rizki dan kesuksesan.

Aamiin..

Financial Education (9) : Kuliah Atau Tidaknya Seorang Anak, Keputusan Ada Di Tangan Orang Tua

Selamat siang planners..

Jika pendidikan anak penting bagi Anda, tentu Anda akan mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk biayanya. Ada sebagian orang tua yang mengatakan bahwa sekolah atau tidaknya anak, kuliah atau tidaknya anak, itu bagaimana anaknya saja. Ya memang betul seperti itu, karena yang menjalaninya anak kita, namun sebenarnya keputusan berada di tangan orang tua.

Jika saatnya tiba anak kita kuliah dan mereka memilih untuk tidak kuliah, apa reaksi Anda? Apalagi sekarang persaingan sudah semakin ketat. Berbagai tempat lowongan kerja semakin meningkatkan persyaratan penerimaan karyawannya, begitupun jika ingin menjadi seorang wirausaha atau pebisnis, semuanya memerlukan ilmu. Melihat itu semua, Anda tentu akan menasehati anak Anda terlebih dahulu supaya mereka melanjutkan sekolahnya setinggi mungkin, bukan?

Dan kemungkinan lainnya, jika saatnya anak kita kuliah nanti, mereka datang kepada kita ingin melanjutkan kuliah di perguruan tinggi A, namun Anda tidak siap menopang dananya, dan akhirnya dengan terpaksa Anda mengatakan pada anak Anda bahwa mereka tidak dapat kuliah.

Disini dapat dilihat bahwa sebenarnya yang memegang kendali utama, yang memutuskan seorang anak kuliah atau tidak adalah kita sebagai orang tua.

Untuk itu, selagi masih ada waktu, persiapkanlah semuanya, terutama dananya. Anda dapat mencari info tentang biaya kuliah entah itu dari saudara, teman, atau tetangga Anda yang mungkin anaknya telah lebih dahulu masuk ke perguruan tinggi. Tentu biaya di masa depan tidak akan sama dengan biaya saat ini, untuk itu Anda dapat pula berdiskusi dengan kami bagaimana cara menghitung biaya yang Anda butuhkan nantinya, berapa yang harus Anda tabung sejak saat ini, sekaligus dimana Anda dapat menyimpannya.

Salam perencanaan..

Kita Yang Memegang Kendali Atas Hidup Kita

Selamat pagi planners..

Semua yang terjadi pada kita ada di luar kendali kita. Tetapi kita bisa mengontrol reaksi dan sikap kita terhadap kejadian tersebut, apakah kita menanggapinya dengan positif atau negatif.

Dan dengan kemampuan kita mengendalikan sikap dan reaksi kita ini, berarti kita mampu mengendalikan situasi hidup dan bukan sebaliknya, dikendalikan oleh segala sesuatu di luar kita.

– Brian Tracy –

Financial Education (8) : Tahukah Anda? Fakta Penting Tentang Manajemen Resiko

Siang planners..

Kemarin kami telah membahas tentang manajemen resiko untuk melindungi aset yang Anda dan keluarga miliki. Hari ini kami akan membahas tentang berbagai fakta penting yang perlu Anda ketahui tentang manajemen resiko.

Tidak banyak orang yang sadar bahwa masa depan itu serba tidak pasti sehingga resiko seharusnya dikalkulasi sejak dini.

Dari 237 juta penduduk Indonesia, baru 63 juta yang memiliki proteksi terhadap resiko dalam bentuk asuransi. (Majalah Investor, 2013)

Penetrasi asuransi ke masyarakat Indonesia hanya sebesar 1,7%. Bandingkan dengan Malaysia 4%, Singapura 4%, USA 8,1%, Inggris 11,6%. Kemungkinan ini berkaitan dengan tingkat pendidikan di Indonesia yang masih tergolong rendah.

Kekeliruan persepsi. Asuransi masih dianggap sebagai barang mewah yang dapat diraih seiring dengan meningkatnya pendapatan. Mereka yang tidak memiliki asuransi seringkali menganggap asuransi hanyalah beban finansial, mereka juga mengatakan tidak punya uang untuk membelinya. Yang lainnya hanya pasrah saja pada nasib.

Dari setiap 1000 orang Indonesia, 8 orang diantaranya terkena stroke. Setiap 7 orang yang meninggal di Indonesia, 1 diantaranya karena stroke. (Kementrian Kesehatan RI, 2011)

10 penyebab kematian di Indonesia adalah jantung koroner, tuberkulosis, kelainan pembuluh darah, penyakit pernafasan, penyakit bayi baru lahir, penyakit paru-paru, kecelakaan lalu lintas, diabetes melitus, tekanan darah tinggi, diare. (WHO, 2002)

Biaya pengobatan kesehatan di Indonesia meningkat 10-14% dalam 3 tahun terakhir. (Towers Watson, 2011)

Rata-rata pendapatan keluarga yang disisihkan untuk menabung hanya 18%, sedangkan untuk asuransi hanya 10%, padahal biaya pengobatan terus meningkat.

Mereka yang memiliki asuransi relatif sudah punya kesadaran betapa penting mengantisipasi setiap kejadian yang tak terduga di masa depan. Mereka juga sudah dapat memperkirakan  berapa nilai kebutuhan proteksi yang seharusnya tersedia. Karena itu, perkiraan nilai resiko dan alokasi dana untuk berjaga-jaga jauh lebih tinggi dibanding mereka yang tidak memiliki asuransi.

Sukses Bermula Dari Pikiran

Pagi planners..

Sukses bermula dari pikiran kita. Sukses adalah kondisi pikiran kita. Bila Anda menginginkan sukses, maka Anda harus mulai berpikir bahwa Anda sukses, dan mengisi penuh pikiran Anda dengan kesuksesan.

– Joyce Brothers –

Renungan Malam

Malam planners..

Jika Anda ingin mengetahui masa depan Anda, perhatikanlah yang sedang Anda kerjakan sekarang.

Apapun yang Anda kerjakan dengan sungguh-sungguh hari ini adalah pembentuk keberhasilan Anda di masa depan, terutama jika Anda bijak memilih yang Anda kerjakan hari ini.

Jika Anda ingin maju memasuki kehidupan dengan harapan yang lebih besar, janganlah kerjakan apa pun yang tidak memiliki ukuran besar di masa depan.

-Mario Teguh-