Hadiah Terkecil Untuk Diri Sendiri

Dear planners..

Hadiah terkecil yang dapat diberikan oleh seseorang untuk diri sendiri adalah menjadi sebaik-baiknya.

-Dr. Ibrahym Elfiky, Penulis Buku Terapi Berpikir Positif

Iklan

Menjadi Ibu Rumah Tangga Yang Cerdas Mengelola Keuangan

Siang planners..

Peran wanita dalam mengelola keuangan keluarga sangatlah penting, terutama jika uang yang dikelola jumlahnya terbatas, karena disini wanita dituntut untuk membagi pengeluaran sekaligus tidak melupakan tabungan dan investasi.

Sebanyak 84% keuangan keluarga dipegang oleh wanita/istri, namun baru diantaranya yang dapat mengelola keuangan dengan baik.

Berikut adalah beberapa tips mengelola keuangan bagi ibu rumah tangga :

  1. Buat anggaran bulanan

Buatlah anggaran dan pos-pos pengeluaran. Disiplinlah dalam menjalankannya.

2. Persiapkan dana darurat

Untuk keluarga yang belum dikaruniai anak, besar dana darurat adalah 3-6 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan untuk keluarga yang telah dikaruniai anak adalah 6-12 kali pengeluaran bulanan. Hal ini untuk berjaga-jaga jika Anda dan/atau pasangan kehilangan pekerjaan.

3. Lakukan investasi

Dalam membuat anggaran, jangan lupa alokasikan dana untuk tabungan dan investasi. Sebagian besar orang seringkali membelanjakan dahulu penghasilannya baru sisanya ditabung, padahal seharusnya sebaliknya, tabung dulu baru sisanya untuk pengeluaran lainnya.

4. Persiapkan biaya pendidikan anak

Anda dan pasangan tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak, termasuk dalam hal pendidikan bukan? Persiapkan sejak sekarang.

5. Persiapkan dana pensiun

Anda dan pasangan tentu tidak ingin selamanya bekerja. Rencanakan masa pensiun Anda sejak dini.

Salam perencanaan..

Anda Dapat Menggapai Tujuan Apapun

Selamat senin pagi planners..

Semoga kutipan pagi ini dapat memotivasi Anda untuk menggapai impian dan tujuan Anda.

Anda dapat menggapai tujuan apapun dan dapat memecahkan masalah apapun jika Anda membaginya menjadi bagian-bagian kecil. Selanjutnya Anda sikapi setiap bagian dengan baik hingga impian Anda terwujud.  -Napoleon Hill-

Selamat beraktivitas..

The Power of Giving

Malam planners..

Sesungguhnya lebih berbahagia memberi daripada menerima, karena ada keajaiban dibalik ‘memberi’, suatu rahasia yang hanya diketahui orang berjiwa besar.

Dokter Alan Kuts mengadakan penelitian dan mengambil kesimpulan, “Memberi atau menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, stress, serta meningkatkan Endorfin dan kesehatan”.

Prof. David Mc. Clelland mengatakan, “Melakukan suatu yang positif terhadap orang lain akan dapat menguatkan sistem kekebalan tubuh, sebaliknya orang kikir akan cenderung mudah terserang penyakit”.

Memberi mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa, ketika mengulurkan tangan untuk menolong sesama dan berbagi dengan kehidupan mereka, maka akan terasa kebahagiaan yang mendalam, hidup jauh lebih berarti ketika memberi.

Have a great day with giving the best..

Disarikan dari ESQ 165, Ary Ginanjar Agustian

 

Wanita Berinvestasi, Kenapa Tidak?

Dear planners..

Sambil menikmati hari libur Anda, ada baiknya Anda menyimak berita kami siang ini. Selamat mengikuti.

Di zaman sekarang ini, investasi tidak hanya dilakukan oleh kaum pria, wanita pun dapat melakukannya. Kebiasaan boros yang sering melekat pada diri wanita seringkali menyebabkan  kaum wanita sulit memulai investasi, padahal jika telah mendapat hasil investasinya, Anda dapat menikmatinya. Seperti pepatah mengatakan “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. Seperti itulah investasi, sekarang mungkin Anda harus berkorban dengan sedikit menahan ego Anda dalam berbelanja dan kegiatan pemborosan lainnya untuk diinvestasikan, namun jika nanti Anda telah mendapatkan hasilnya, Anda toh dapat menikmatinya yang bahkan mungkin jauh lebih baik dari yang dapat Anda dapatkan/belanjakan saat ini.

Berikut beberapa tips berinvestasi bagi kaum wanita :

  1. Tetapkan dulu tujuan investasi Anda

Apa yang ingin Anda raih/capai/beli dari hasil investasi yang Anda lakukan? Tujuan investasi dapat berupa :

–          Ingin membeli rumah sendiri

–          Ingin membeli kendaraan sendiri

–          Ingin berjalan-jalan ke luar negeri

–          Untuk biaya pendidikan anak

–          Ingin lebih banyak tinggal di rumah merawat anak-anak daripada bekerja

–          Ingin mengumpulkan modal bisnis

–          dsb

2. Pilih instrument investasi yang sesuai untuk Anda

Anda dapat mempelajarinya pada bahasan Produk Investasi Yang Aman Terhadap Inflasi

Dan yang juga penting, tidak memberatkan keuangan Anda.

3.  Jika mendapat rezeki lebih, misal ada kenaikan gaji atau mendapat bonus dari perusahaan, jangan lupa untuk menambah investasi.

4. Jika telah berhasil memperoleh keuntungan awal dari investasi, jangan lantas langsung mengambilnya dan membelanjakannya. Anda dapat menggunakan keuntungan ini sebagai modal bisnis maupun memulai investasi baru sehingga uang Anda terus berkembang.

5. Dan yang terpenting adalah mulailah sejak saat ini!

Selamat berinvestasi..

Target Finansial Di Usia 30-an : Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Siang planners..

Pada kesempatan kali ini, kami masih akan membahas tentang target finansial di usia 30-an. semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang telah menikah, mungkin di usia 30-an ini Anda telah memiliki anak. Sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk menjamin kelangsungan pendidikan anak-anaknya. Anda tentu ingin anak Anda nantinya dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin.

Tapi tahukah Anda bahwa menurut survey, biaya pendidikan di Indonesia meningkat 20-35% per tahun. Bias dibayangkan, berapa biaya yang diperlukan saat anak kita saatnya sekolah nanti. Jenjang pendidikan dimulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan kuliah. Anda dapat mempersiapkan biaya untuk seluruh jenjang pendidikan, namun jika saat ini penghasilan Anda belum memungkinkan untuk mempersiapkan dana untuk seluruh tahap pendidikan, Anda dapat memprioritaskan salah satu tahap, persiapkanlah dana pendidikan untuk tahap yang memerlukan dana paling besar, yaitu kuliah.

Untuk mempersiapkannya, langkah pertama adalah Anda harus mengetahui kemana Anda ingin anak Anda nantinya kuliah, meliputi kota tempat kuliah, universitas apa, dan jurusan apa?

Langkah kedua, cari informasi mengenai biaya pendidikan di universitas dan jurusan yang Anda inginkan, bias meliputi biaya masuk, biaya semester, dsb. Lalu akumulasikan seluruhnya.

Langkah ketiga, karena factor inflasi 20-35% tadi, maka biaya kuliah di masa depan akan lebih tinggi disbanding biaya saat ini. Hitung nilai masa depan akumulasi dana tersebut . Anda dapat menggunakan kalkulator nilai masa depan untuk menghitungnya.

Langkah keempat, bagi nilai masa depan yang telah Anda hitung dengan tahun yang tersisa hingga anak Anda kuliah.

Langkah terakhir, bagi angka yang diperoleh pada langkah keempat dengan 12 bulan, maka diperoleh besar cicilan bulanan yang harus Anda simpan setiap bulannya.

Untuk simulasi perhitungan berdasarkan contoh kasus, dapat Anda simak pada bahasan Mahalnya Sebuah Penundaan (2)

Selamat berencana.