Contoh Pembagian Hak Waris Berdasarkan Hukum Waris Islam

Siang Planners…
Kali ini kami Akan membahas tentang contoh pembagian harta warisan yang sesuai dengan agama Islam. Adapun contoh kasusnya adalah sebagai berikut:

Pak Ali meninggal dengan para ahli waris sebagai berikut : seorang istri (bernama Maimunah), seorang anak laki-laki (bernama Budi), dan seorang anak perempuan (bernama Wati). Harta warisnya senilai Rp 100 juta. Berapakah perhitungan bagian ahli waris masing-masing?

Jawab :

Dalam hukum waris Islam, istri merupakan ash-habul furudh, yaitu ahli waris yang mendapat bagian harta waris dalam jumlah tertentu. Istri mendapat 1/4 (seperempat) jika suami yang meninggal tidak mempunyai anak, dan mendapat 1/8 (seperdelapan) jika mempunyai anak. (Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Risalah fil Faraidh, hal. 7).

Dalam kasus ini suami mempunyai anak, maka bagian istri adalah 1/8 (seperdelapan) sesuai dalil Al-Qur`an :

فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ

“Jika kamu (suami) mempunyai anak, maka para istri itu memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan…” (QS An-Nisaa’: 12).

Sedangkan seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan adalah ashabah, yaitu ahli waris yang mendapat bagian harta waris sisanya setelah diberikan lebih dulu kepada ash-habul furudh.

Kedua anak tersebut mendapat harta sebanyak = 7/8 (tujuh perdelapan), berasal dari harta asal dikurangi bagian ibu mereka (1 – 1/8 = 7/8).

Selanjutnya bagian 7/8 (tujuh perdelapan) itu dibagi kepada kedua anak tersebut dengan ketentuan bagian anak laki-laki adalah dua kali bagian anak perempuan sesuai dalil Al-Qur`an :

يُوْصِيْكُمُ اللهُ فِيْ أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأْنُْثَيَيْنِ

“Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian harta waris untuk) anak-anakmu, yaitu : bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan.” (QS An-Nisaa’: 11)

Maka bagian Wati = 1 bagian dan bagian Budi = 2 bagian. Maka harta ashabah tadi (7/8) akan dibagi menjadi 3 bagian (dari penjumlahan 1 + 2 ). Atau penyebutnya adalah 3. Jadi bagian Wati= 1/3 dari 7/8 = 1/3 X 7/8 = 7/24 (tujuh perduaempat), dan bagian Budi = 2/3 dari 7/8 = 2/3 X 7/8 = 14/24 (empat belas perduaempat).

Berdasarkan perhitungan di atas, maka bagian Ibu Maimunah (istri) = 1/8 X Rp 100 juta = Rp 12,5 juta. Bagian Wati = 7/24 x Rp 100 juta = Rp 29,2 juta. Sedang bagian Budi adalah = 14/24 x Rp 100 juta = Rp 58,3 juta.

Demikian contoh perhitungan pembagian harta warisan menurut hukum waris Islam.

Salam Planners

Disarikan dari http://harryanku.blogspot.com/2012/01/contoh-perhitungan-pembagian-waris.html, dengan beberapa penyesuaian.

About these ads

53 thoughts on “Contoh Pembagian Hak Waris Berdasarkan Hukum Waris Islam

  1. Assalam’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
    Semoga Bapak dan keluarga dalam lindungan ALLOH SWT dan dalam keadaan sehat semua, Amin ya robbal alamin.
    Bapak yang dirahmati ALLOH SWT, mohon bantuannya agar diberitahu cara membagi Warisan yang data2nya ada dibawah ini, saya ingin melaksanakan amanah ini sebaik mungkin agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah Di Dunia sampai Akherat, mengingat Harta Warisan kalau tidak di laksanakan sesuai sariat dan aturan Islam akan banyak masalah dikemudian hari.
    1.ayah(meninggal),ibu(meninggal)
    2.anak 2 (perempuan)termasuk saya,adik sudah (meninggal)
    3.saudara dari ayah sy 6-laki laki (2 sudah meninggal),1-perempuan(sudah meninggal)

    • Waalaikumsalam Wr. Wb.
      Hal yang sama kami doakan juga bagi Ibu sekeluarga. Memang, pembagian harta waris adalah amanah yang harus segera dilaksanakan dengan baik, karena menyangkut keberkahan hidup di dunia dan akhirat.
      Berdasarkan data-data yang Ibu sampaikan di atas, maka dapat dikatakan bahwa posisi Anda saat ini adalah sebagai anak tunggal, karena adik perempuan Anda saat ini sudah tidak ada. Namun, di sini masih belum jelas apakah adik Anda sudah memiliki anak atau belum, dan apakah kakek dan nenek Anda masih hidup atau tidak. Apabila masih, Anda mendapat 1/2 bagian dari harta, nenek mendapat 1/6, dan kakek mendapat 1/6 ditambah sisanya. Saudara-saudara dari ayah tertutup haknya oleh kakek yang masih hidup. Tetapi, apabila nenek/kakek Anda sudah tiada, maka bagian untuk saudara-saudara dari ayah yang masih hidup adalah sebesar 2/3 dari harta warisan tersebut, dengan pembagian yang rata. Sisanya, bisa Anda bagikan sekedarnya kepada saudara-saudara lain yang tidak termasuk ahli waris atau kepada anak yatim.
      Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat bagi Anda sekeluarga. Aamiin….

  2. assalamualaikum semoga bpk senantiasa ada dalam lindungannya .saya mau tanya bila suami meninggal meninggalkan istri,ayah, ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan bagaimna cara pembagiaannya ?

    • Wa’alaikum salam Pak Zenal Abidin…

      Semoga Bapak juga selalu berada dalam lindungan Allah SWT… aamiin ya Rabb…

      Berdasarkan data yang Bapak berikan, istri mendapatkan bagian 1/4, ibu mendapatkan 1/6, dan bapak dapat sisa dari harta tersebut. Karena bapak masih hidup, maka saudara-saudara almarhum tertutup hak warisnya oleh bapak.

      Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.
      Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

  3. suami meninggal tidak mempunyai anak meninggalkan istri,bapak, ibu saudara laki-laki dan saudara perempuan , berapa bagian masing-masing?

    • Assalamualaikum Wr. Wb.
      Pak Zaenal Abidin…
      Maaf kami baru bisa menjawab pertanyaan Bapak. Kalau almarhum tidak mempunyai anak, istri mendapat 1/4 bagian, ibu 1/6, dan bapak sisanya. Sedangkan saudara laki-laki dan perempuan tertutup (terhijab) hak warisnya oleh bapak yg masih hidup. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat bagi Anda…..
      Wassalamualaikum Wr. Wb.

  4. Assalamu’alaikum wr.wb.
    Semoga Bapak sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT. Amin YRA.
    Langsung pada pokok permasalahannya Pak saya mau bertanya dan penjelasannya.

    Seorang suami dan istri menikah dan tidak dikaruniai keturunan. Lalu tahun 2013 ini sang suami wafat dan meninggalkan harta sebuah rumah atas nama istri ybs seharga 400jt.

    Almarhum suami meninggalkan seorang ibu kandung dan 3 orang saudara kandung laki-laki dan 1 orang saudara kandung perempuan.

    Saat ini pihak keluarga almarhum menghendaki rumah tersebut dijual seharga 400 jt dan dikeluarkan hak-hak waris untuk mereka.

    Bagaimanakah pembagian harta waris menurut islam yang benar? Terima kasih Pak. Wassalamu’alaikum wr.wb.

    • Waalaikumsalam Wr. Wb. Pak Martein…
      Semoga Bapak juga sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT. Amin YRA.

      Bagian seorang istri yang tidak dikaruniai seorang anak adalah 1/4 bagian dari harta yang ditinggalkan. Sedangkan ibu mendapat 1/6 dari harta tersebut, dan saudara kandung mendapatkan sisa dari harta tersebut, yang kemudian dibagikan dengan mengikuti prinsip laki-laki mendapat bagian 2 kali dari bagian perempuan.

      Contohnya: harta waris = Rp. 400 juta.

      Bagian istri: 1/4 X Rp. 400juta = Rp 100 juta.

      Bagian ibu: 1/6 X Rp. 400 juta = 67 juta

      Bagian saudara kandung: Rp. 233 juta : 7 = +/- Rp. 33 juta.

      Bagian saudara kandung laki-laki = Rp. 33 juta X 2 = Rp. 66 juta
      Bagian saudara kandung perempuan = Rp. 33 juta.

      Sisanya, bisa diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, atau kerabat dekat yang tidak mendapat bagian dari harta waris tersebut.

      Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  5. Assalam’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
    Semoga Bapak dan keluarga selalu dalam lindungan ALLAH SWT dan dalam keadaan sehat semua, Aamiin ya robbal alamin.
    Mohon bantuan Bapak untuk informasinya tentang cara membagi harta warisan dengan data dibawah ini.
    Kakek & Nenek (keduanya sudah meninggal dunia) mewariskan tanah+rumah dengan estimasi harga total Rp. 500juta.
    Almarhum Kakek memiliki 3 orang anak laki-laki dan 3 orang anak perempuan. Ayah saya anak tertua dan telah meninggal dunia setahun lalu.
    Bagaimana pembagian harta warisan Kakek untuk saudara/saudari Ayah dan anak-anak Ayah (1 laki-laki dan 2 perempuan)?
    Terima kasih banyak atas penjelasan Bapak.

    • wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh…

      aamiin, semoga Bapak dan keluarga selalu dalam lindungan ALLAH SWT dan dalam keadaan sehat semua juga, Aamiin ya robbal alamin. Berikut ini jawabannya:
      jumlah anak: 3 orang anak laki-laki = 3 x 2 = 6
      3 orang anak perempuan = 3 x 1 = 3. jadi, penyebutnya adalah 9.
      jumlah uang yang dibagikan adalah: Rp. 500 juta / 9 = Rp. 55juta.
      Bagian anak laki-laki masing-masing = Rp. 55 juta x 2 = Rp. 110 juta.
      Bagian untuk anak perempuan = Rp. 55 juta.
      Bagian untuk cucu =
      1 orang anak laki-laki = 1 x 2 = 2
      2 orang anak perempuan = 2 x 1 = 2.
      jadi, penyebutnya adalah 2 + 2 = 4.
      Bagian untuk cucu laki-laki = Rp. 110 juta/4 = Rp. 27.5 juta x 2 = Rp. 55juta
      Bagian untuk cucu perempuan masing-masing = Rp. 110 juta/4 = Rp. 27.5 juta.

      Sekian jawaban dari kami, semoga bermanfaat bagi Anda

  6. assalmualaikum wr.wb
    terimakasih sebelumnya dgn adanya blog ini saya ada pencerahahan mengenai tatacara bagi hak waris.
    namun ada pertanyaan yang ingin saya ajukan mengenai seputar hak waris ini.
    ayah saya sudah lebih 6tahun meninggal, beliau meninggalkan sejumlah harta yang dibangun bersama ibu saya. beliau meninggalkan seorang istri (ibu saya) dan 4 orang anak (termasuk saya) yaitu 2 laki2 dan 2 perempuan. masalahnya sampai dgn surat ini saya tulis belum ada pembagian harta waris, kami menjaga perasaan ibu supaya tidak tersinggung atau menyakitinya dgn tidak meminta bagian, bukan berarti kami tidak membutuhkannya. apa hukumnya bagi ibu saya? apa yang harus kami lakukan?

    • wa’alaikumsalam pak Suhendra… alhamdulillah, senang mendengarnya kalau blog ini bisa berguna bagi bapak dan yang lainnya. Karena pembagian harta warisan itu wajib hukumnya, maka hendaknya Anda ingatkan ibu Anda untuk segera membagikan harta warisan tersebut.

  7. Assalamu’alaikum pak. Saya mau menanyakan pembagian warisan. Kedua Orang tua saya telah wafat, meninggalkan rumah warisan dengan harga 500 jt. saya memiliki 4 orang saudara perempuan dan saya sendiri laki-laki. Bagaimana pembagian warisan menurut Islam dalam kondisi kami? mohon penjelasan. Terimakasih

    • Wa’alaikumsalam. Setelah dijual, uang warisan dapat dibagikan ke semua anak dengan bagian anak laki-laki 2 kali bagian anak perempuan. Contohnya, kalau hasil penjualan rumah Rp. 500juta, maka pembagiannya adalah sbb:
      jumlah anak laki-laki = 1 x 2 bagian = 2
      jumlah anak perempuan = 4 x 1 bagian = 4
      2 + 4 = 6

      bagian anak laki-laki = 500jt/6 = 83.3jt x 2 = Rp. 167jt,-
      bagian anak perempuan = 500jt/6 = 83.3jt x 1 = Rp.83.3 juta,-

      Demikian jawaban dari kami. semoga bisa bermanfaat. aamiin…

  8. Assalamualaikum, saya mau menanyakan tentang pembagian waris keluarga saya. Saya 3 bersauda perempuan semua. Ayah saya meninggal meninggalkan harta, dimana ibu saya sudah lama meninggal sebelum ayah. Sedangkan ayah saya memiliki 3adik laki” 1adik perempuan. Kalo tidak salah, karena sy tidak memiliki saudara laki-laki shg paman/bibi saya memiliki hak waris, namun saya tidak mengetahui persentasenya (%). Mohon bantuan pembagian warisannya. Trima kasih
    Wassalam

    • Wa’alaikumsalam wr. wb.
      Baik bu Irma, karena ibu (istri almarhum) sudah tidak ada dan almarhum meninggalkan lebih dari 2 orang anak perempuan, maka anak-anak perempuan mendapat 2/3 bagian dari harta, yang kemudian dibagi rata.

      Misalnya, Ayah meninggalkan harta total sebanyak 100juta rupiah.
      Maka bagian untuk semua anak perempuan adalah:

      2/3 x Rp. 100 juta = +/- Rp. 67 juta.

      Harta tersebut kemudian dibagi rata, sehingga masing-masing anak mendapat
      Rp. 22.3 juta (Rp. 67 juta : 3).

      Sisanya (Rp. 100 juta – Rp. 67 juta = Rp. 33 juta) menjadi bagian saudara kandung almarhum dengan bagian laki-laki dua kali bagian perempuan. Di sini, almarhum memiliki 3 adik laki-laki (3 x 2 = 6 bagian) dan seorang adik perempuan (1 x 1 = 1 bagian).
      Maka, faktor penyebut untuk pembagian seluruh saudara almarhum adalah 7 (6 + 1) :

      Rp. 33 juta : 7 = +/- Rp. 4.7 juta.

      Bagian saudara laki-laki = 2 x Rp. 4.7 juta = +/- Rp. 9.4 juta
      Bagian saudara perempuan = 1 x Rp. 4.7 juta = +/- Rp. 4.7 juta

  9. Assalamualaikum, terima kasin atas artikelnya. Ada yang ingin saya tanyakan. Jika seorang ayah (dengn 1 istri dan 1 anak perempuan) meninggal dunia, bagaimanakah perhitungan pembagian warisannya? Kalo dari hasil baca2 anak perempuan tunggal ini mendapat 1/2, istri mendapt 1/8. Lalu 3/8 sisanya diberikan ke siapa ya?
    Terima kasih :$

    • Wa’alaikumsalam bu Ayu…
      Terima kasih kembali telah membaca artikel kami. Benar, istri mendapat bagian 1/8 dari seluruh harta yang ditinggalkan. Setelah itu, 7/8 sisanya dibagikan kepada anggota keluarga terdekat yang lain, seperti anak kandung, ibu, bapak, nenek, kakek, dan saudara kandung almarhum.
      Dalam hal ini, anak perempuan tunggal mendapat 1/2 dari bagian tersebut, ibu dan bapak dari almarhum, apabila masih hidup, masing-masing mendapat 1/6 dan 1/6+sisanya. Apabila ibu dan bapak almarhum sudah tidak ada, tetapi masih ada nenek dan kakek, masing-masing mendapat 1/6. Apabila bapak atau kakek dari almarhum sudah tidak ada, maka sisanya dibagikan kepada saudara kandung laki-laki dan saudara kandung perempuan almarhum, dengan ketentuan waris sesuai dengan jumlah saudara kandung yang dimiliki oleh almarhum. Sekian jawaban kami, semoga bermanfaat.
      Terima kasih, wassalamu’alaikum wr. wb.

  10. Assalamu’alaikum, blog Bapak sangat membantu sekali, apabila berkenan kami mohon penjelasannya sesuai keadaan keluarga kami. Alm. Kakek kandung kami sebelum meninggal telah mengatur pembagian warisan kepada ke-4 anaknya, misal total tanah 26.000 m, Bapak saya (anak pertama)=10.000m, anak ke-2 s/d ke-4 (semuanya putri) =@4.000m, bagian Bapak saya memang dilebihkan karena wasiat kakek agar tanah tersebut dijaga jangan sampai dijual. Sementara milik adik-adik Bapak sudah terjual semua. Kemudian oleh Bapak, tanah tersebut diatasnamakan saya (putri) 4.000m, dan kakak laki-laki saya 6.000m. Bapak saya baru saja meninggal, adik-adik Alm.Bapak menuntut hak tanah yang kata mereka masih menjadi haknya kepada keluarga kami karena mereka merasa tidak adil dengan pembagian selama ini. Menurut Bapak, apakah benar mereka masih memiliki hak atas tanah yang sudah diwariskan kepada saya dan kakak, apabila iya, bagaimanakah pembagiannya ? terimakasih atas bantuan yang Bapak berikan
    Wassalamu’alaikum

    • Wa’alaikumsalam Ibu Dayuna…
      Senang sekali apabila kami bisa membantu sesama, khususnya dalam bidang perencanaan keuangan… :)
      Melihat kasus Ibu, saudara kandung alm. Ayah tidak dapat menuntut apa-apa karena memang sudah diwasiatkan oleh Kakek untuk dilebihkan jatahnya. Selain itu, hak mereka atas harta waris dari Ayah Anda juga sudah tertutup (terhijab) oleh adanya Kakak laki-laki Anda. Namun, apabila memang Anda dan Kakak laki-laki Anda menghendaki, saudara-saudara Ayah Anda bisa diberi bagian sekedarnya dengan perkataan yang baik, dan itu akan lebih baik. Sekian jawaban dari kami, semoga bermanfaat…
      Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  11. assalamualaikum wr.wb. langsung saja pak,, dahulu kala cerita adanya tanah yang saat ini diperebutkan dengan penjualan sekitar 1 milyar.. dimana berawal terjadinya kakek membawa anak perempuan dan nenek membawa anak laki-laki (anak laki-laki nenek adalah ayah saya) dimana dari pernikahan kakek dan nenek adalah kakek(duda) dan nenek(janda) dan dalam pernikahan itu tidak mempunyai seorang anak pun pada saat itu kakek dan nenek mengangkat seorang bayi laki-laki berumur 43 hari …tetapi tanah yang yang dijual tersebut adalah hasil usaha yang dicari berdua oleh kakek dan nenek..anak perempuan kakek tidak ada suami dan anak dan dari nenek adalah ayah saya yang menikah dengan seorang perempuan dan MELAHIRKAN 2 orang anak saya dan adik laki-laki saya DARI HASIL PERKAWINAN….kakek meninggal dan surat-surat tanah itu diberikan ke nenek… kemudian nenek meninggal diberikan ke ayah saya kemudian beberapa bulan kemudian ayah memberikan surat tanah tersebut kepada saya YANG SEBELUMNYA MENINGGAL DUNIA…tetapi setelah saya baca surat tanah tersebut memiliki 2 surat tanah atas nama anak dari kakek dan nama kakek sendiri… DENGAN NAMA WAJIB PAJAK atas nama ayah saya (anak dari nenek)..yang ingin saya tanyakan berhak kah saya, ibu dan adik saya untuk mendapatkan hasil pembagian dari penjualan tanah yang hanya ingin dkuasai anak dari kakek…karena disurat tanah itu atas nama nya. dan apakah anak angkat juga mendapat bagian apabila dibagi menurut agama islam seperti apakah pembagiannya. terimakasih wassalam..

    • Wa’alaikumsalam Bu Lisa…
      Melihat kasus bu Lisa masalahnya cukup kompleks juga ya Bu, mengingat ada beberapa pihak yang berkepentingan di dalam pembagian harta waris ini, dan secara hukum tanah tersebut sudah atas nama saudara tiri Ayah Anda dan ayah tirinya. Untuk informasi yang lebih jelas mengenai solusi terhadap kasus Anda, ada baiknya Anda diskusikan kepada notaris atau pengacara yang lebih mengerti mengenai hukum waris Islam dan hukum Perdata yang berlaku di Indonesia.

  12. AssWrWb
    Selamat sore Pak,semoga Bapak selalu dalam keadaan sehat dan senantiasa berada didalam lindungan Allah SWT,aamiin YRA.Pak saya mohon petunjuknya soal pembagian harta warisan di keluarga saya.Ayah saya meninggal dgn meninggalkan seorang istri dan 5 anak perempuan dan 1 anak laki2,Ayah saya meninggalkan 1 buah rumah yg akhir ini akan dijual dan sudah ada yg menawar sebesar 3 m,bagaimana pembagian harta warisannya untuk Ibu saya dan ke 6 anak2nya karena kami tidak mau gara2 harta warisan ini kami jadi berselisih paham Pak.Mohon petunjuknya Pak.Terimakasih.Wass

    • Wa’alaikumsalam wr. wb.
      aamiin ya rabbal ‘alamiin… semoga ibu dan keluarga juga senantiasa dilindungi oleh Allah SWT. aamiin….

      Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, istri berhak mendapatkan 1/8 dari harta warisan, sedangkan sisanya dibagikan kepada anak-anak dengan pembagian untuk anak laki-laki dua kali dari bagian anak perempuan.
      Apabila harta yang akan dibagikan adalah sebesar 3 Miliar, maka ibu mendapatkan 1/8 dari 3 M tersebut, yaitu Rp. 375juta.
      Sedangkan sisanya yang 7/8 (berasal dari 1 – 1/8 = 7/8) dibagikan kepada anak-anak dengan perhitungan sebagai berikut:
      5 anak perempuan (5 x 1 = 5) dan 1 anak laki-laki (1 x 2 = 2). Dari perhitungan tersebut didapat data bahwa harta untuk bagian anak tersebut dibagi menjadi 7 bagian (5 + 2 = 7).
      Jadi, bagian untuk anak perempuan masing-masing adalah: 1/7 x 7/8 = 7/56 = 1/8.
      1/8 x 3 miliar = Rp. 375juta.
      Bagian untuk anak laki-laki adalah 2/7 x 7/8 = 14/56 = 1/4.
      1/4 x 3 Miliar = Rp. 750juta.

      Demikian jawaban dari kami. Semoga bermanfaat bagi Anda sekeluarga… aamiin…

  13. Assalamualaikum Wr. Wb. Saya ingin menanyakan bagaimana pembagian harta warisan untuk 1 org istri,2 org anak perempuan,2 cucu laki-laki,2 cucu perempuan dan memiliki 3 saudara laki-laki,1 saudara perempuan,terima kasih sebelumny atas jawabanny.
    Wassalam..

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
      Istri mendapatkan 1/8 bagian dari harta warisan, anak dapat 2/3 bagian dari harta dibagi 2. Cucu secara faraidh tidak mendapatkan bagian karena tertutup oleh anak. Namun, apabila Anda menghendakinya, Anda bisa membuat wasiat untuk mereka, yang besarnya tidak lebih dari 1/3 bagian dari harta waris Anda. Nantinya dari harta tersebut, cucu laki-laki mendapatkan 2 kali dari bagian cucu perempuan. Karena Anda tidak memiliki anak laki-laki, maka saudara kandung Anda tidak tertutup dari pembagian warisan. Bagian total untuk saudara kandung adalah 2/3 bagian dari harta waris, di mana saudara laki-laki mendapatkan 2 kali bagian dari saudara perempuan. Demikian jawaban dari kami, semoga berguna bagi Bapak… Wassalam Wr. Wb.

  14. Assalamualaikum wr.wb yg saya hormati bpk rizal , pertama saya menyampaikan terimakasih karena saya sangat terbantu dg informasi masalah hukum waris ini , saya mohon ijin untuk mendapatkan jawaban dari bapak masalah pembagian harta waris, saya memilik persoalan mengenai pembagian harta warisan peninggalan kedua orang tua kami. persoalannya adalah sbb: kedua orang tua saya almarhum & almarhumah memiliki anak 3 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perumpuan , beliau meninggalkan 1 unit rumah yg bila ditaksir senilai 500 jt , selaku anak tertua awalnya saya sampaikan ke adik-adik saya bahwa saya tidak akan menjual rumah tsb, ternyata statment saya salah karna blm tentu semua adik saya setuju dg kebijakan saya, oleh karenanya saya memutuskan untuk menjual rumah tersebut , jika rumah tersebut terjual dg nilai 500 jt bagaimana pembagian yg adil menurut hukum islam nya pak rizal , demikian saya sampaikan , sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas kesedian bapak untuk menjawab persoalan saya dan semoga ini dapat meringankan beban saya . wassalamualaikum wr.wb.

    • Wa’alaikumsalam Pak Nyoto. Alhamdulillah, kami merasa sangat bersyukur apabila Bapak merasa terbantu dengan adanya blog ini. Jawabannya gampang saja Pak, bagian anak laki-laki adalah 2 kali lipat dari bagian anak perempuan. Dalam hal ini, apabila harga rumah warisan ditaksir Rp. 500 juta, maka setiap anak laki-laki mendapat bagian Rp. 125 juta dan anak perempuan masing-masing mendapat Rp. 62.5 juta.

      • dari mana angka 125 juta itu, dua bagian dari mana. kami juga punya kasus seperti pak Nyoto, hanya saja kami 12 orang bersaudara, 9 pr dan 3 laki2, nilai jual rumah warisan orang tua 300 jt. mohon penjelasannya. Dari Abdul wahid syafar, jl. Tekukur no 1, Perdos Tondo, Palu. Jazakallah.

        • Penjelasannya bisa disimak di dalam artikelnya, Pak Abdul Wahid.
          Pertama, kita cari dulu faktor penyebutnya. Apabila tidak ada ahli waris lain selain anak, maka harta waris tersebut dapat langsung dibagi sesuai dengan prinsip pembagian harta waris untuk anak laki-laki adalah sebesar 2 kali bagian anak perempuan.
          Diketahui Ayah Anda memiliki 9 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Bagian anak laki-laki adalah 2 kali bagian anak perempuan.
          Perempuan = 9 x 1 = 9
          Laki-laki = 3 x 2 = 6
          Total = 9 + 6 = 15. Dari sini, bisa diketahui bahwa harta waris yang ada dibagi menjadi 15 bagian.
          Bagian untuk anak perempuan, masing-masing adalah 1/15 x 300jt = Rp. 20juta.
          Bagian untuk anak laki-laki, masing-masingnya mendapat 2/15 x 300juta = Rp. 40juta.
          Sekian jawaban dari Kami. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  15. Ass WW…

    Saya mempunyai seorang kakak lelaki yang sudah meninggal dunia, beliau meninggalkan satu Istri dan dua orang anak, yaitu lelaki dan perempuan. dan kakak saya ini juga masih mempunyai ibu kandung yang masih hidup.

    Pertanyaannya adalah, bagaimanakah pembagian warisnya,.? dan apakah ibu kandung kakak saya masih berhak atas harta yang ditinggal,?? dan apa dasarnya ..?

    mohon pencerahannya,..

    terima kasih sebelumya.
    Wass.

    • Wa’alaikum salam Pak Rizal…
      Ibu almarhum berhak menerima 1/6 bagian dari harta warisan tersebut atas dasar apa yang telah difirmankan oleh Allah SWT pada surat An-Nisaa ayat 11. Setelah itu, istri berhak mendapat 1/8 dari total harta warisan, sisanya diberikan kepada anak-anak, dengan bagian anak laki-laki 2 kali bagian anak perempuan.

  16. Assalamu’alaikum .wr .wb.
    Mohon bimbingan dan penjelasannya mengenai pembagian harta warisan secara islam, karena saya dipercaya untuk membagikan harta peninggalan almarhum ayah saya.
    Almarhum (ayah) mempunyai anak 3 laki-laki semua. Disaat kami masih kecil ayah bercerai dengan ibu dan kemudian kakak ikut dengan ibu, saya dan adik ikut ayah.
    Ibu kandung kami kemudian menikah lagi, dan ayah kandung kami pun menikah lagi.
    Kami (ayah dan kedua anaknya) tinggal lumayan jauh dengan kakak (bersama ibu kadung). Almarhum ayah pernah secara lisan ingin memberikan harta sejumlah uang untuk kakak, agar harta yang ada tinggal dibagi rata saja diantara kami (dua anak laki-laki yg ikut ayah).
    Yang saya tahu kami bertiga (anak laki-laki) harus bagi rata. Tetapi kondisinya seperti ini, semasa hidup dan bertahun-tahun ayah sakit-sakitan, kami berdua yang selalu merawatnya bersama ibu tiri, berobat alternatif kesana kemari setelah pensiun. Jika pembagian harta tetap harus dibagi rata, rasanya kami tidak ihlas, dengan pengorbanan kami selama ini.
    Tetapi saya tetap akan menunaikan amanat ayah yang pernah disampaikan secara lisan ke kami.
    Mohon pencerahannya untuk pembagian harta warisan ayah saya untuk kami bertiga (anak laki-laki), dan ibu tiri kami. Sekarang ibu tiri kami sudah menikah lagi.
    Apakah ibu kandung kami ada bagiannya juga?
    Terima kasih banyak atas pencerahannya.

    Wassalamu’aikum .wr .wb

    • Wa’alaikumsalam Pak Anto…
      Ibu tiri Anda mendapatkan 1/8 dari harta warisan, sisanya dibagi rata untuk Anda dan saudara-saudara anda yang lain. Untuk ibu Kandung, karena sudah tidak terikat di dalam ikatan tali perkawinan, maka sudah tidak berhak lagi untuk mendapatkan hak waris dari mantan suaminya.

  17. Asslm wr wb.
    Saya mau nanya…
    Kami 6 bersaudara (1 laki2 & 5 perempuan)
    Ayah saya telah wafat beberapa tahun lalu dan meninggalkan harta yg merupakan hasil bersama dengan ibu saya (ibu saya msh ada dan skrg sudah pensiun).
    Setahun yang lalu kakak laki-laki (mempunyai 5 anak) wafat. Ibu saya minta agar harta tersebut dibagikan.
    Bagaimana hukum waris atas harta peninggalan ayah saya tersebut?

    • Wa’alaikumsalam Bu Aleno…
      Istri almarhum (ibu Anda) mendapat bagian 1/8, 2/3 bagian dari harta waris dibagi rata untuk ke-lima anak perempuan. Sisanya diberikan kepada cucu dari anak laki-laki yang telah wafat, dengan bagian cucu laki-laki 2 kali bagian cucu perempuan.Demikian, semoga bermanfaat bagi Anda… Wassalamu’alaikum

  18. Asslm alkm Wr.Wb..Mhn petunjuk contoh pembagian waris untuk seorang suami yg meninggal meninggalkan 3 orang istri..2 anak laki2 dan 1 anak perempuan dr istri pertama..2 orang anak laki2 dr istri ke-2..Dan 1 anak laki2 dr istri ke-3…Dgn jumlah nominal waris 100jt…Trm ksh..Wasamu alaikum Wr.Wb

    • Wa’alaikumsalam Pak Imanuddin…
      Bagian untuk istri adalah 1/8 dari harta warisan, di mana ketiganya berbagi dari harta tersebut. Kalau jumlah total harta warisnya 100 juta, berarti bagian untuk semua istri adalah 12.5 juta rupiah, sama dengan kurang-lebih 4.2 juta untuk masing-masing istri. Sisanya, untuk anak-anak mereka yang berjumlah enam orang (lima orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan). Bagian anak laki-laki 2 kali bagian anak perempuan.

  19. Ass, saya ingin bertanya ttg permasalahan yg dihadapi keluarga saya, paman saya meninggal 1 thn yg lalu, meninggalkan ibu, istri, 1 org anak (adopsi), 4 org saudara kandung(2 laki2, 2 perempuan). Sampai nenek meninggal (ibu paman), istri paman tidak pernah membahas masalah warisan paman yg seharusnya ada bagian untuk ibunya padahal sebelumnya pernah disinggung hal ini kepada istrinya. Skrg istri alm br mau membahas masalah warisan alm suaminya (paman) yg setelah dinilai seharga 300 jt. Menurut kluarga istrinya yg jg mengerti masalah warisan, Pembagiannya dibagi 2. Ini berarti yg menjadi warisan adalah 150jt dengan pembagiannya untuk saudara kandung paman diberikan 1/12 bag yaitu 12,5 jt. Apakah hal ini benar menurut hukum waris islam, dimana yg saya tau bag untuk ibu adalah 1/6 apabila tidak ada anak. Terimakasih.wss

    • Wa’alaikumsalam Bu Risdiani…

      Istri apabila tidak mempunyai anak kandung mendapat bagian 1/4 dari harta warisan. Ibu mendapat 1/6 dan saudara almarhum mendapat 2/3, di mana bagian saudara laki-laki dua kali bagian saudara perempuan. Anak adopsi mendapat warisan sesuai dengan wasiat almarhum atau kebijakan dari orangtua, istri, dan saudara-saudara almarhum.

  20. assalamualaikum pak Ali, mohon berkenan menjawab pertanyaan saya,kondisi selengkapnya sbb:
    1. suami ( punya 1 saudara perempuan, ayah dan ibu masih hidup)
    2. istri (punya 1 saudara laki dan 1 saudara perempuan, ibu masih hidup)
    3. 1 anak angkat
    pasangan suami istri ( nomer 1 dan 2) kini sudah meninggal semua
    bagaimana pembagian waris bagi saudara, orang tua, dan anak angkatnya, menurut islam?
    terima kasih

    • Wa’alaikumsalam bu Imroatun…

      Menurut hukum waris Islam, yang berhak menerima harta warisan adalah keluarga terdekat, yaitu ke atas: ayah dan ibu serta kakek dan nenek; ke bawah: anak laki-laki dan anak perempuan serta keturunannya; dan ke samping: anak ayah atau anak ibu, anak nenek atau kakek, sambung menyambung satu dengan yang lain menentukan jarak dekatnya hubungan masing-masing dengan pewaris. Anak angkat mendapat bagian sesuai dengan wasiat almarhum dan almarhumah orangtua angkatnya atau sesuai kebijakan kakek-nenek angkatnya.

  21. aslmkm..
    mau tanya..
    saya (laki-laki) dan adik saya(perempuan) tinggal besama nenek saya (ibu kandung dari ibu saya)..ibu saya hanya putri tunggal dari nenek saya tersebut,dan ibu saya sudah lama meninggal….setelah lama ibu saya meninggal,bapak saya telah menikah kembali tapi masih memberikan nafkah untuk saya dan adik saya..kami sudah lama tidak tinggal bersama bapak lagi..
    dan sekarang nenek saya telah meninggal..

    yang saya mau tanyakan..apakah kami (cucu dari nenek tersebut) tidak berhak mendapat waris dari harta peninggalan nenek kami?
    ada yang bilang karena ibu kami telah meninggal sebelum nenek kami meninggal jadi hak waris kami(sang cucu) dari harta peninggalan nenek tidak ada atau sudah terputus ahli warisnya..
    katanya harta dari nenek kami jatuh ke saudara kandung dari nenek kami?
    apa kami tidak mendapatkan apa-apa dari harta peniggalan nenek kami?
    mohon penjelasannya..
    terimakasih banyak sebelumnya…

    • Wa’alaikumsalam wr. wb. Pak Riskitillah….

      Memang, di dalam hukum Islam cucu dari anak perempuan tidak termasuk ke dalam ahli waris, karena mereka akan menerima harta warisan dari kedua orang tuanya atau dari pewaris yang berasal dari garis keturunan ayah. Jadi, di dalam kasus ini, karena almarhumah ibu Anda telah meninggal terlebih dahulu sebelum almarhumah nenek dan nenek hanya memiliki seorang anak perempuan yang sudah terlebih dahulu meninggal dunia, maka hak waris jatuh kepada ahli waris terdekat dari nenek, yaitu saudara-saudara kandungnya. Namun dalam pembagiannya, Anda dan adik Anda bisa mendapatkan harta waris apabila saudara-saudara kandung nenek bersepakat untuk memberikan sebagian harta waris kepada Anda dan adik, sesuai dengan kebijakan mereka; atau apabila sebelumnya nenek Anda telah mewasiatkan pembagian harta waris untuk Anda dan adik, maka kalian berhak mendapatkan harta waris berdasarkan wasiat tersebut. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat…

      Wassalamu’alaikum wr. wb.

  22. ass ..
    mau tanyaa ..
    apa bila seorang ayah meninggal dunia ,meninggalkan istri dan 1 anak perempuan (mempunyai 2 anak perempuan dan 1 laki-laki atau cucu dari seorang ayah yang meninggal) ..apakah sodara dari yang meninggal mendapatkan warisan?

    • Wa’alaikum salam Pak Rizal..
      Terima Kasih atas partisipasi Anda dalam artikel kami. Dilihat dari kasus yang bapak kemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa intisari dari pertanyaan Bapak adalah apakah saudara kandung (perempuan/laki-laki) dari yang meninggal berhak mendapat warisan dari Almarhum? Jawabannya ya, yaitu sebesar 1/3 bagian. Walau pun Almarhum memiliki seorang cucu laki-laki dari anak perempuannya, keberadaan cucu laki-laki tersebut tidak menghalangi bagian warisan bagi saudara-saudara kandung Almarhum karena Almarhum tidak memiliki anak laki-laki sebagai penghalang (hijab) bagi harta warisannya. Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat untuk Anda. Terima kasih, wassalamu ‘alaikum wr. wb.

      • Assalamualaikum wr wb ,
        terimakasih atas jawabannya bapak/ibu ,jawabannya sangat lah membantu ..jikalau di perkenan kan saya ingin bertanya kembali kepada anda yg bisa membantu ,kake saya almarhum atau bapak dari ibu saya mempunyai sebidang sawah yang kalau di uwang kan bisa berkisar -+300jt ,dan dulu membeli sebidang sawah tersebut membelinya 50:50 atau patungan dengan ibu saya ,dan sawah tersebut beratas nama kan ibu saya ,pertanyaan nya apakah sodara-sodari dari kake saya almarhum mendapat bagian dari sebidang sawah tsb .
        wassalamualaikum wr wb ..

        • Wa’alaikumsalam wr wb Pak Rizal…

          Wah Anda memang benar-benar sedang menggali informasi tentang pembagian warisan berdasarkan hukum waris Islam rupanya…
          Tidak apa-apa, kami berterima kasih atas pertanyaan-pertanyaan yang Bapak ajukan. Baik, apabila sawah tersebut beratas-nama-kan ibu Anda, berarti sawah tersebut secara hukum memang milik ibu Anda, yang dihibahkan oleh almarhum Kakek sewaktu masih hidup. Saudara-saudari almarhum Kakek tidak mendapat bagian dari sawah tersebut karena telah menjadi hak milik ibu Anda.

  23. Assalam’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
    Semoga Bapak dan keluarga dalam lindungan ALLOH SWT dan dalam keadaan sehat semua, Amin ya robbal alamin.
    Bapak yang dirahmati ALLOH SWT, perkenankanlah saya Sudarsono umur 53 th, mohon bantuannya agar diberitahu cara membagi Warisan yang data2nya ada dibawah ini, saya ingin melaksanakan amanah ini sebaik mungkin agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah Di Dunia sampai Akherat, mengingat Harta Warisan kalau tidak di laksanakan sesuai sariat dan aturan Islam akan banyak masalah dikemudian hari.

    Bpk Parto Pawiro ( A ) -> Ayah ( Alm ) Ibu Sitiyah (B) -> Ibu masih hidup.
    Dengan warisan sebesar Rp. 100 Juta.

    1. Anak Perempuan tiri (beda Ibu) -> 1 orang.
    2. Anak Laki-laki kandung -> 5 orang.
    3. Anak Perempuan kandung -> 5 orang.
    4. Anak perempuan (beda Ibu) -> 2 orang.

    • Walaikumsalam,
      Selamat pagi pak sudarsono. Terima kasih atas pertanyaan Anda. Maaf Kami agak lama merespons nya, karena kami kesulitan untuk memetakan silsilah keluarga anda berdasarkan 2 data yg anda kirimkan.
      Bisa tolong diperjelas, siapa yg akan memeberikan warisannya? Dan silsilah anggota keluarga masing2. Agar kami dapat memberikan saran yang sesuai. Terima kasih

      Sukses untuk bapak dan keluarga

  24. assalamualikum, pak bagaimana dgn yg saya alami, saya anak lelaki tertua dgn dua adik perempuan, ayah sudah meninggal dunia dan meninggalkan warisan. semua pembagian harta di atur oleh ibu dengan pembagian di bagi 4 rata antara saya,ibu dan dua adik perempuan saya. saya mengerti cara pembagian ini tidak adil,ibu sudah saya peringatkan secara halus tapi tetap tak perduli. saya harus bagaimana pak? terimakasih.

    • Wa’alaikumsalam wr.wb. Pak Ali…

      Semoga Bapak dan keluarga selalu sehat, dilindungi oleh Allah, dan berlimpah rezeki… Aamiin ya rabbal ‘alamiin…

      Kalau dilihat dari hukum waris Islam, memang pembagian harta waris yang dilakukan oleh Ibu Anda terlihat tidak adil, terutama bagi Anda, sebagai satu-satunya anak laki-laki di dalam keluarga. Ada 2 kemungkinan mengapa Ibu anda membagi harta waris dengan cara membagi rata harta tersebut. Pertama, mungkin Ibu Anda memiliki alasan tertentu, seperti wasiat dari almarhum atau pertimbangan-pertimbangan yang lain, yang mendasari dilakukannya pembagian harta waris dengan cara membagi rata seluruh harta. Kedua, mungkin Ibu Anda memang belum tahu atau tidak mengerti tentang pembagian hukum waris yang benar menurut agama Islam.

      Saran kami adalah, tanyakan kepada ibu Anda mengapa harta tersebut dibagi dengan tidak mengikuti hukum waris Islam. Apabila Ibu Anda tidak dapat menyebutkan alasan yang jelas, Anda dapat “mengingatkan” ibu Anda dengan halus dengan menunjukkan dasar hukum waris Islam yang terdapat dalam Al Qur’an Surat An Nisaa’ ayat 11 dan 12 kepada Ibu Anda, atau Anda minta bantuan dari Ustadz atau ‘alim ulama di lingkungan tempat tinggal Anda untuk menjelaskan tentang pembagian harta waris yang sesuai dengan hukum Islam. Mungkin dengan mendengar penjelasan dari orang yang berkompeten dan lebih berpengaruh dalam masyarakat pikiran Ibu Anda dapat lebih terbuka.

      Demikian saran dari kami, semoga dapat bermanfaat bagi Anda.
      Wabillahi taufiq walhidayah, wassalamu’alaikum wr.wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s